Fakta Menarik Tentang Kepulauan Raja Ampat

Fakta Menarik Tentang Kepulauan Raja Ampat

Fakta Menarik Tentang Kepulauan Raja Ampat

Fakta Menarik Tentang Kepulauan Raja Ampat – Panorama alam dan bawah lautnya termasuk kawasan yang terindah di dunia. Letaknya di sebuah kabupaten di Provinsi Papua Barat ini mempunyai empat pulau besar yaitu Pulau Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Tak hanya empat pulau besar saja, ternyata pulau kecilnya berjumlah kurang lebih 1.847. Setiap area atau wilayah pasti tersedia seorang penemu di baliknya, begitu pun Kepulauan Raja Ampat. Surga wisata yang satu ini ternyata bukan ditemukan oleh orang Indonesia, melainkan oleh orang berkebangsaan Belanda di th. 1900, yaitu member dari pemain slot rtp live gacor bernama Max Ammer.

Fakta Menarik Tentang Kepulauan Raja Ampat

Kemudian ia mempunyai temannya yang merupakan pakar perikanan, Gerry Allen untuk meneliti lebih lanjut berkenaan pulau yang ditemukannya itu. Di Kepulauan Raja Ampat, mereka meneliti dan menemukan bahwa terkandung banyak sekali bangkai pesawat akibat sisa-sisa Perang Dunia II. Ini merupakan fakta mengejutkan berasal dari Pulau Raja Ampat tidak cuman berasal dari segi wisatanya, karena ternyata Raja Ampat termasuk mempunyai histori yang terlampau nggak terduga.

1. Sejarah Raja Ampat

Konon, suatu hari seorang perempuan menemukan tujuh telur, empat di antaranya berubah menjadi pangeran dan tiga sisanya menjadi seorang perempuan, hantu dan sebuah batu. Empat pangeran tadi berpisah selanjutnya masing-masing berkuasa di Waigeo, Salawati, Batanta dan Misool.

Dari sisi sejarah, Kepulauan Raja Ampat di abad ke-15 merupakan anggota berasal dari kekuasaan Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku. Untuk menjalankan pemerintahannya, Kesultanan Tidore menunjuk empat orang Raja lokal untuk berkuasa di pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool. Istilah empat orang Raja dalam yang memerintah di gugusan kepulauan itulah yang menjadi awal berasal dari nama Raja Ampat.

2. Lokasi menyelam paling indah di dunia

Bagi penggemar diving, Raja Ampat adalah surganya kekayaan bawah laut. Keberadaan terumbu karangnya yang tetap bagus sulit untuk ditolak bagi para penyelam. Itu sebabnya Raja Ampat dijuluki bersama dengan surganya terumbu karang. Situs menyelam berada di Selat Dampier, selat yang menengahi Pulau Waeigo dan Pulau Batanta, Kepulauan Kofiau, Kepulauan Misol Timur, Selatan dan Kepulauan Wayag. Di sini, suasana bawah lautnya tetap terlampau baik bersama dengan presentasi penutupan karang hidup hingga 90 persen. Ada istilah belum sah menjadi penyelam terkecuali belum ke Raja Ampat.

3. Ada bangkai kapal Perang Dunia II

Pada 90-an awal, tersedia seorang penyelam asal Belanda bernama Max Ammer mengunjungi area ini. Awalnya dia hanya ingin menyusuri keberadaan kapal dan pesawat Perang Dunia II yang dicurigai tenggelam di kawasan Raja Ampat. Saat meyelam Max Ammer terlampau terkesima bersama dengan keindahan dan keragaman biota laut di Raja Ampat. Tapi di Cross Wreck, salah satu titik penyelaman terkenal di Raja Ampat, sebetulnya ditemukan bakai kapal perang Angkatan Laut Jepang yang tenggelam terhadap jaman Perang Dunia II. Penyelam bisa mengeksplorasi kapal tersebut dan menemui ikan yang tinggal di bangkai kapal yang beraneka, jadi ikan singa, udang mantis, ikan daun, dan ikan setan.

4. Memiliki Terumbu Karang Terlengkap di Dunia

Indonesia boleh berbangga bersama dengan kepopuleran Raja Ampat di mata dunia. Pasalnya 75% tipe terumbu karang yang tersedia di dunia terkumpul dan hidup bersama dengan baik di area ini. Dikabarkan terkandung 1000 tipe aneka terumbu karang tumbuh dan mencukupi beberapa area ini. Dilansir berasal dari Indonesiakaya, Wilayah laut dan darat Raja Ampat yang mempunyai luas 4,6 juta hektar ini menjadi tempat tinggal bagi 540 tipe karang, 1.511 spesies ikan dan ribuan biota laut lainnya. Oleh karena itu, bersama dengan berbagai keunggulan ini tidak heran jikalau Raja Ampat saat ini diakui sebagai surga bawah laut tercantik di semua dunia

5. Budaya Tradisional

Raja Ampat mempunyai banyak variasi budaya yang menjadi ciri khas kabupaten ini, salah satunya adalah Tradisi Wala, sebuah kebiasaan lisan bersifat nyanyian yang dibawakan seiring bersama dengan gerakan tarian, Tradisi Wala dikenal oleh Suku Matbat, yang merupakan suku asli berasal dari pulau Misool dan kebiasaan Wala hanya digelar terhadap acara spesifik saja. Penduduk di Misool secara umum mengenal Tradisi Wala.

Mereka menyebutnya sebagai ‘lan batan o’ atau lagu tanah, yang menceritakan berkenaan asal usul ‘Batan Me’ atau lahirnya komunitas di pulau Misool dan persebaran kehidupan masyarakat suku Matbat. Tradisi ini sempat nyaris punah, karena tidak dipelihara oleh masyarakat lokal. Namun, terhadap 8 Oktober 2019, kebiasaan Wala diakui sebagai budaya nasional dan udah dituangkan dalam wujud sertifikat yang ditandangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Effendy Muhadjir, di Jakarta.